Senin, 20 Oktober 2014

PROFIL SKADRON UDARA 5







 



KOMANDAN SKADRON UDARA 5
LETKOL PNB BAMBANG SUDEWO


TUGAS DAN FUNGSI SKADRON UDARA 5 

Tugas pokok Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin adalah sebagai berikut :
  • Pengintaian udara strategis.
  • Pengawasan / pengamanan ZEE dan jalur lintas laut damai di seluruh Indonesia.
Dalam penjabaran tugas tersebut, Skadron Udara 5 menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
  • Menyelenggarakan pembinaan dan penyiapan flight-flight ( flight latihan, flight operasi, flight pemeliharaan dan flight FGS) untuk tugas-tugas latihan dan operasional.
  • Menyelenggarakan rencana penggunaan pesawat/jam terbang dan personel (awak pesawat dan nonawak pesawat) serta peralatan lain untuk menjamin kelancaran pembinaan dan penyiapan kegiatan operasi dan latihan
  • Menyelenggarakan pengumpulan dan perekaman data-data untuk penyempurnaan taktik dan teknik operasi serta latihan.
  • Melaksanakan kegiatan penerbangan komando dan pengendalian udara dalam rangka operasi dan latihan.
  • Menyelenggarakan pemeliharaan pesawat sampai dengan tingkat ringan 
Visi Skadron Udara 5 
Visi Skadron Udara 5 adalah " Terwujudnya Skadron pengintai udara strategis yang berkarakter, mempunyai daya juang, profesional, modern dan disegani di seluruh wilayah yurisdiksi Nasional ".

Misi Skadron Udara 5.
Dengan perumusan visi tersebut diatas, maka misi yang akan diemban adalah sebagai berikut :
a. Menciptakan personel dan awak pesawat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut dilakukan dengan pembinaan mental dan rohani secara terus menerus dan berlanjut.
b. Meningkatkan kesiapsiagaan satuan. Kesiapsiagaan satuan dilaksanakan dengan selalu menciptakan kesiapsiagaan yang tinggi bagi personel dan alutsista dalam menyongsong segala tugas operasi penerbangan yang diberikan dari komando atas.
c. Meningkatkan eksistensi dan kapabilitas satuan. Dalam hal ini dilakukan dengan selalu menciptakan tantangan tugas yang baru dan mengembangkan tugas tugas operasi yang biasa dilaksanakan serta menciptakan peluang yang masih dalam wilayah tugas pokok satuan.
d. Meningkatkan profesionalisme. Secara implementasi dapat dilaksanakan pembinaan terhadap personel penerbang dan teknisi dengan terus menerus bertingkat, berlanjut, serta berkesinambungan, maupun pembinaan terhadap alutsista guna meningkatkan kesiapan operasional.
e. Membangun karakter dan budaya kerja. Hal ini meliputi pembangunan karakter kerja tiap personel agar mempunyai daya juang yang tinggi dalam melaksanakan tugas, sigap, cepat, tepat, efektif dan efisien serta proporsional, juga budaya kerja yang modern dan sistematis yang selalu berpedoman pada prosedur yang telah ditetapkan.
f. Meningkatkan kesejahteraan personel. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan pemberian kesejahteraan jasmani maupun rohani guna meningkatkan motivasi kerja.


PROFIL SKADRON UDARA 5
Skadron Udara 5 merupakan Skadron udara operasional yang berada dibawah jajaran Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang bertugas menyiapkan dan mengoperasikan pesawat intai yang terdiri dari pesawat jenis boeing 737 – 200 dan CN 235 MPA untuk melaksanakan operasi dukungan udara yaitu operasi pengintaian udara, SAR terbatas dan kodal udara
Medan tugas yang sedemikian kompleks menuntut Skadron Udara 5 untuk selalu siap siaga setiap saat, baik dalam menyiapkan kesiapan pesawat, kesiapan profesionalisme crew yang mengawakinya maupun pondasi organisasi yang kokoh.   Dalam rangka membangun pondasi organisasi yang kokoh diperlukan pilar – pilar penyangga organisasi tersebut agar sasaran tugas yang dicapai terilustrasi dengan jelas, yaitu visi, misi, semboyan serta motto satuan.   Selain itu guna membangun kebanggaan satuan, meningkatkan motivasi dan daya juang personel perlu kiranya dibuat naskah mengenai perumusan visi, misi, semboyan serta motto Skadron Udara 5 dalam rangka meningkatkan kinerja dan eksistensi satuan.
Berdasarkan Doktrin TNI AU Swa bhuana Paksa menjelaskan bahwa :
  1. Skadron Udara 5 merupakan salah satu unsur pengamatan dan pengintaian udara untuk memperoleh data tentang musuh baik taktis maupun strategis agar dapat dimanfaatkan dalam perencanaan operasi udara.
  2. Melaksanakan operasi informasi yang merupakan salah satu macam operasi udara yang penyelenggaraannya memadukan berbagai kemampuan teknologi informasi, komunikasi dan elektronika, psikologi, infolahta dan penerangan.
  3. Operasi pengamatan dan pengintaian meliputi kegiatan :
    a.         Mencari, mengumpulkan, menginterprestasikan, menganalisis dan mengevaluasi  hasil – hasil pengamatan  dan pengintaian menjadi data intelijen.
    b.         Menyajikan data intelijen kepada komando atas.

Semboyan Skadron Udara 5
            Perumusan semboyan Skadron Udara 5 ini dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi dan daya juang personel di medan operasi, terutama apabila melaksanakan operasi dimedan pertempuran yang sebenarnya, serta memberikan pengertian terhadap karakter tugas unsur intai didalam medan operasi.   Semboyan Skadron Udara 5 adalah sebagai berikut :
a.         Senyap.         Hal ini mempunyai pengertian bahwa dalam melaksanakan tugas operasi penerbangan unsur intai selalu menggunakan aspek kesenyapan, sendiri serta aspek kerahasiaan yang tinggi agar keberadaannya tidak diketahui oleh musuh.

b.         Pastikan.       Mempunyai pengertian bahwa karakter tugas yang mutlak dilaksanakan oleh unsur intai adalah identifikasi sasaran yang diberikan dan memastikan keberadaaan sasaran tersebut, agar dapat memberikan data yang jelas guna membantu unsur tempur dalam menghancurkan sasaran musuh.

c.         Serang.         Mengandung pengertian bahwa setelah unsur intai memastikan posisi sasaran terpilih yang diberikan oleh komando atas, unsur intai mempunyai peran memberikan informasi akurat untuk masuk dan menyerang sasaran kepada unsur tempur.

Motto Skadron Udara 5
            Motto Skadron Udara 5 dirumuskan dengan tujuan untuk menimbulkan kebanggaan terhadap satuan bagi personil dan untuk membangkitkan motivasi dalam melaksanakan tugas tugas yang diberikan serta membangun rasa memiliki terhadap satuan, sehingga tugas tugas dapat terlaksana dengan aman dan lancar.   Motto Skadron Udara 5 adalah sebagai berikut :

" MENAKLUKKAN ANGKASA MENJAGA SAMUDERA "

Mengandung pengertian bahwa tugas tugas operasi penerbangan yang diemban Skadron Udara 5 mempunyai ciri khas dan kekhususan yang mengandung 2 aspek matra, yaitu udara dan laut.   Kedua aspek tersebut harus dilaksanakan secara sempurna agar tugas operasi yang diberikan oleh Skadron Udara 5 dinilai berhasil.   Menaklukkan angkasa mengandung pengertian bahwa medan tugas di udara untuk menjaga dan mengamankan kedaulatan wilayah angkasa dan ruang udara Negara Kesatuan Republik Indonesia harus sepenuhnya dapat dilaksanakan dengan sempurna meskipun berbagai rintangan dan tantangan yang dihadapi, sedangkan menjaga samudera mengandung pengertian bahwa implementasi tugas pokok Skadron Udara 5 yang melaksanakan pengintaian udara strategis dalam mengawasi / pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) dan jalur lintas laut damai di seluruh wilayah Indonesia itulah yang mendasari bahwa dalam melaksanakan operasi penerbangan, Skadron Udara 5 mempunyai tugas turut menjaga seluruh wilayah perairan Indonesia dan kegiatan diatasnya dari ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang dapat mengancam keutuhan wilayah guna tercapainya stabilitas keamanan serta kedaulatan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


SEJARAH SKADRON UDARA 5 
       
         Skadron Udara 5 dilahirkan pada saat bangsa dan negara masih diliputi suasana perjuangan untuk menegakkan Negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Para perintis dan penegak kemerdekaan membangun Skadron Udara 5 dilatarbelakangi oleh pemikiran yang rasional dan sesuai tuntutan jaman serta sangat tepat dengan konsep wawasan nusantara. Derap langkah Skadron Udara 5 dalam keikutsertaannya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menghiasi semaraknya episode perjuangan dari tahun 1950 sampai dengan tahun 1960. 

1.      Pada tanggal 1 April 1951 didirikan Skadron Transisi PBY di Cililitan Jakarta yang merupakan cikal bakal Skadron Udara 5 dengan Komandan pertama Kapten Udara Wiryo Saputro. Kekuatan pesawat yang dimiliki adalah 6 (enam) buah PBY-5A Catalina, 1 (satu) buah C-47 Dakota dan 4 (empat) buah AT-6 Harvard. 
2.      Pada tanggal 23 Mei 1953 Skadron Transisi PBY diganti menjadi Skadron Udara 5 / Pengintai Laut dipangkalan Udara 8 Husein Sastranegara. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Skadron Udara 5. 
3.      Tanggal 24 April 1954 Skadron Udara 5 pindah ke Pangkalan Udara 11 Abdul Rahman Saleh, Malang. 
4.      Tahun 1957 Skadron Udara 5 mendapat tambahan 3 (tiga) buah pesawat UF-1 Albatros dari pabrik Grumman USA dan 2 (dua) buah pesawat Grumman Goose dari perusahaan minyak Inggris. 
5.      Tahun 1976 Skadron Udara 5 mendapat tambahan 4 (empat) buah pesawat UF-2 Albatros. 
6.      Tanggal 22 Agustus 1982 Skadron Udara 5 mendapat 1 (satu) buah pesawat PC-130 Hercules maritim Patrol. 
7.      Sejak tanggal 1 Juni 1982 Skadron Udara 5 mengoperasikan 3 (tiga) buah pesawat Boeing 737-200 Maritim Patrol. Pesawat ini dilengkapi dengan alat sensor yang disebut SLAMMR ( Side Looking Airborne Modular Multimission Radar), peralatan navigasi INS (Inertial navigation System) dan Omega Navigation System serta peralatan komunikasi modern. 
8.      Tanggal 22 Februari 1983 Skadron Udara 5 pindah tempat dari Lanud Abd. Saleh Malang ke Lanud Hasanuddin, makassar. 
9.      Tanggal 14 September 1993 pesawat Boeing 737-200 Skadron Udara 5 dimodifikasi dan ditingkatkan kemampuannya yaitu SLAMMR Real time, Infra Red, Search Radar, System Navigasi dan Komunikasi yang terintegrasi dengan DPDS (Data Processing Display System). 
10.    Tanggal 05 Agustus 2009 Skadron Udara 5 mendapat tambahan pesawat CN 235-220 MPA.    
Kebulatan tekad untuk membangun Skadron Udara 5 menuju kejayaan tidak lepas dari peran Komandan beserta seluruh anggota.
  




Komandan Skadron Udara 5 dari masa ke masa :

Kapten Udara Wiryosaputro
(1951 - 1953)

Kapten Udara Suharyono
(1953 - 1954)
Letnan Muda Udara II
Nurprapto 
(1954 - 1961)

Letnan Muda Udara I
Sunardi (1961 - 1964)

Kapten Udara Sumadji
(1964 - 196?)
Mayor Udara Susanto
(  )

Mayor Udara Umar Syafiudin
()

Kapten Udara M. Rachmat
()
 Mayor Udara Hutapea
( )

Mayor Udara Sudarto
(...? - 1977)

Mayor Pnb Udin Kurniadi
(1977 - 1981)
Letkol Pnb Ahmad Fuad
(1981 - 1983)

Letkol Pnb Amin Kahar
(1982 - 1985)

Letkol Pnb I. Gede Sudana
(1985 - 1988)
Letkol Pnb Tjutju Juanda
(1988 - 1990)

Letkol Pnb Suhartoyo
(1990 - 1991)

Letkol Pnb I. Gusti Made Oka
(1991 - 1993)
Letkol Pnb Budijono
(1993 - 1995)

Letkol Pnb Yohan Andriyas
(1995 - 1997)

Letkol Pnb Hadian S.A.
(1997 - 1999)
Letkol Pnb Bagus Puruhito
(1999 - 2001)

Letkol Pnb B. Suhardiman
(2001 - 2002)

Letkol Pnb Gustari Malik
(2002 - 2005)
Letkol Pnb Mujianto
(2005 - 2007)

Letkol Pnb Danet Hendriyanto
(2007 - 2009)

Letkol Pnb Jatmika Adi
(2009 - 2011)
Letkol Pnb
Arifaini Nur Dwiyanto
(2011 - 2012)



Letkol Pnb Benny Arfan, M.MP
(2012 - 2013)



Semangat dan jiwa pengabdian yang telah diukir oleh  Skadron Udara 5  akan terus berlanjut disertai tekad untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia demi kejayaan TNI Angkatan Udara dan bangsa Indonesia.


 

Rabu, 15 Oktober 2014

FORMASI 4 BOEING - SKADRON 5 WING 5 LANUD HASANUDIN di PERINGATAN HUT TNI Ke- 69 TNI- SURABAYA

KUMPULAN GALERI FOTO DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5
GAMBAR 1. APEL KESIAPAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5
GAMBAR 2. BRIEFING KASAU DENGAN DANSKAD 5 di APEL PERSIAPAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 3. FORMASI 1 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 4. FORMASI 2 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 5. FORMASI 3 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 6. FORMASI 4 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 7. SUDUT LAIN DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 8. TEAM FORMASI 4 BOEING SKADRON 5


GAMBAR 9. FORMASI DI DARAT DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 10. TEAM 1 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 11. TEAM 2 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 12. TEAM 3 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 13. TEAM 4 DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5

GAMBAR 14. KASAU BERSAMA TEAM DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5 

GAMBAR 15. FOTO BERSAMA DALAM RANGKAIAN FORMASI 4 BOEING SKADRON 5  


Selasa, 16 September 2014

Bandung (my City)

Artikel utama untuk bagian ini adalah:Bandung (http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung)
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosusila (Grebangkertosusilo). Di kota yang bersejarah ini, berdiri sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool te Bandoeng - TH Bandung, sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB)[2], menjadi ajang pertempuran di masa kemerdekaan[3], serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955,[4] suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.[5]
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota paling aman di dunia berdasarkan survei majalah Time.[6]
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.[7] Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Dua aspek inilah yang sekarang menjadi konsentrasi pembangunan yang diinisiasi oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil. Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bandung banyak membuka taman-taman kota, festival kuliner, dan komunitas anak muda. Perkembangan ini untuk memfasilitasi aktivitas masyarakat Bandung di berbagai lapisan masyarakat.

Geografi

Balai Kota BandungKantor Walikota Bandung
Balai Kota Bandung
Kantor Walikota Bandung

Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkok raksasa,[8] secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir terutama pada musim hujan.
Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.
Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.[9]

Sejarah

Suasana Jalan Braga ke arah utara pada tahun (1908)
 
Kata "Bandung" berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama "Bandung" diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Berdasarkan filosofi Sunda, kata "Bandung" berasal dari kalimat "Nga-Bandung-an Banda Indung", yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-"Bandung"-an artinya menyaksikan atau bersaksi. "Banda" adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. "Indung" adalah Bumi, disebut juga sebagai "Ibu Pertiwi" tempat "Banda" berada. Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai "Banda". Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah "Banda Indung", yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada di luar atmosfir adalah tempat yang menyaksikan, "Nu Nga-Bandung-an". Yang disebut sebagai Wasa atau Sanghyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa.
Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau. Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sangkyang Tikoro.
Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk pemukiman.
Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906[11] dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.[12]
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.

Kependudukan

Tahun Jumlah penduduk
1941 226.877
1950 644.475
2005 2.315.895
2006 2.340.624
2007 2.364.312
2008 2.390.120
Sejarah kependudukan kota Bandung
Sumber:[13]
Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnis Sunda, sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia).[11] Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini[14] kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.[15]